Nasi minyak Palembang ini la tekenal nian. Kalau dahulu setiap ada hajat pernikahan, sudah hampir jadi keharusan untuk membuat nasi minyak. Di buat di kuali yang sangat besar, biasanya dari kuningan. Pengaduknya biasanya dari kayu, seukuran dayung perahu.
Namun, kita juga tetap bisa membuatnya dalam porsi kecil saja untuk disantap bersama di rumah. Kami sering melakukannya. Biasanya bumbu-bumbu kami beli di Palembang, termasuk minyak samin-nya. Nikmat rasanya cocok dipadukan dengan lauk Ayam goreng kecap, sambal nanas atau mangga, dan lain-lain.
Bumbu Rempah Umum:
Rempah halus untuk nasi minyak, biasanya sudah dijual dalam bungkus plastik untuk porsi 16 liter beras
Kayu Manis
Kapulaga Hijau (India)
Cengkeh
Minyak Samin
Susu cair
Tomat atau saus tomat
Bumbu dapur dihaluskan seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, jahe.
Cara membuat:
Bumbu dapur dihaluskan, bisa dengan blender. Lalu ditumis dengan minyak samin, masukkan campuran bumbu rempah. Aron beras dengan tumisan tadi, campurkan susu dan saus tomat.
Setelah beras aronan matang (agak kering), kukus.
Variasi:
- Tambahkan potongan (dadu) daging kambing tumis, campur kan ke aron beras. (sudah dicoba)
- Tambahkan Kismis (belum di coba)
- Sesudah di aron, bungkus daun pisang, jadikan lontong (belum dicoba)
- Campurkan daging kambing tumis matang, buat jadi pepes dengan daun pisang (belum di coba)
- Bagaimana kalau bukan pakai beras, tapi beras ketan...lalu dipanggang ?
- Beras pulen diganti beras brasmati (bulir panjang)
- Di buat jadi kerak, lalu dimakan
- Dijadikan rengginang
Foto:
Bumbu rempah, yang merah adalah bumbu siap pakai. Yang kuning adalah minyak samin.
Nasi minyak lagi diaron, sudah dicampur susu dan saus tomat. Versi ini ditambah potongan daging kambing tumis.
Nasi minyak sudah matang. Lihat usulan variasi di atas. Seyogyanya bisa dikembangkan lebih jauh sehigga varian-varian tersebut menambah khasanah makanan khas di Palembang.
